Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Ady Mauludin: KSB Berada di Level 2,4 , Sistim Pengendali Internal Pemerintah se NTB

Ady Mauludin: KSB Berada di Level 2,4 , Sistim Pengendali Internal Pemerintah se NTB

SUMBAWA BARAT,MENIT7.Com – Proses yang integral pada tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai untuk memberikan keyakinan memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang efektif dan efisien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara, dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan.

Inspektur Inspektorat Kabupaten Sumbawa Barat,Ir.Ady Mauluddin,M.Si menegaskan bahwa capaian Sistim Pengendali Internal Pemerintah sebelumnya berada pada level 1 dengan skoor 1,92 berdasarkan penilaian tingkat maturitas SPIP oleh BPKP NTB , dari hasil capaian penilaian tersebut, pihaknya melakukan koordinasi dan evaluasi untuk segera melakukan pembenahan internal SKPD, dari pembenahan tersebut, 13 sampel SKPD untuk dinilai oleh tim kajian BPKP.

Dengan kerja keras melakukan pembenahan internal,maka capaian dalam dua minggu terakhir berhasil menaikan peringkat dari Level 1,92 menjadi Level 2,9.

“Insya Allah capaian target pada semester 1 tahun 2018,sisitim pengendali internal pemerintah sudah berada di level 3,” kata Ady.

Menurutnya, sistim penilaian yang dilakukan oleh tim kajian terhadap SPIP adalah berupa penilaian Resiko Sesuai dengan PP Nomor 60 Tahun 2008, SPIP terdiri dari lima unsur, yaitu: Lingkungan pengendalian, Penilaian risiko, Kegiatan pengendalian, Informasi dan komunikasi, pemantauan pengendalian intern.

“Penyelenggaraan unsur lingkungan pengendalian (delapan sub unsur) yang baik akan meningkatkan suasana lingkungan yang nyaman yang akan menimbulkan kepedulian dan keikutsertaan seluruh pegawai. Untuk mewujudkan lingkungan pengendalian yang demikian diperlukan komitmen bersama dalam melaksanakannya. Komitmen ini juga merupakan hal yang amat penting bagi terselenggaranya unsur-unsur SPIP lainnya,“ terang Ady.

Dalam PP Nomor 60 Tahun 2008 yang menjadi sub unsur pertama dari lingkungan pengendalian, kata Ady adalah pembangunan integritas dan nilai etika organisasi dengan maksud agar seluruh pegawai mengetahui aturan untuk berintegritas yang baik dan melaksanakan kegiatannya dengan sepenuh hati dengan berlandaskan pada nilai etika yang berlaku untuk seluruh pegawai tanpa terkecuali.Integritas dan nilai etika tersebut perlu dibudayakan, sehingga akan menjadi suatu kebutuhan bukan keterpaksaan.

Oleh karena itu, budaya kerja yang baik pada instansi pemerintah perlu dilaksanakan secara terus menerus tanpa henti.

Untuk itu diperlukan Komitmen yang dilaksanakan secara periodik tersebut perlu dipantau dan dalam pelaksanaannya perlu diimbangi dengan adanya kepemimpinan yang kondusif sebagai pemberi teladan untuk dituruti seluruh pegawai.Agar dapat mendorong terwujudnya hal tersebut, maka diperlukan aturan kepemimpinan yang baik. Aturan tersebut perlu disosialisasikan kepada seluruh pegawai untuk diketahui bersama.

“Struktur organisasi perlu dirancang sesuai dengan kebutuhan dengan pemberian tugas dan tanggung jawab kepada pegawai dengan tepat. Terhadap struktur yang telah ditetapkan, perlu dilakukan analisis secara berkala tentang bentuk struktur yang tepat.Diperlukan pembinaan sumber daya manusia yang tepat sehingga tujuan organisasi tercapai,” ucapnya.

Lanjut,kata Ady,disamping itu, keberadaan aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) (perlu ditetapkan dan diberdayakan secara tepat agar dapat berperan secara efektif. Hal lainnya yang perlu dibangun dalam penyelenggaraan lingkungan pengendalian yang baik adalah menciptakan hubungan kerja sama yang baik diantara instansi pemerintah yang terkait.

Penilaian resiko dengan dua sub unsurnya, dimulai dengan melihat kesesuaian antara tujuan kegiatan yang dilaksanakan instansi pemerintah dengan tujuan sasarannya, serta kesesuaian dengan tujuan strategik yang ditetapkan pemerintah. Setelah penetapan tujuan, instansi pemerintah melakukan identifikasi risiko atas risiko intern dan ekstern yang dapat mempengaruhi keberhasilan pencapaian tujuan tersebut, kemudian menganalisis risiko yang memiliki probability kejadian dan dampak yang sangat tinggi sampai dengan risiko yang sangat rendah.#Edy Chandra/M7.

2,404 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan