Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Ada Dana Rp615 Juta Mengalir ke Rekening Kadis

Ada Dana Rp615 Juta Mengalir ke Rekening Kadis
Ilustrasi

MAMUJU,MENIT7.Com – Uang untuk dipertanggungjawabkan (UUDP) senilai Rp615.716.625 yang seharus disetorkan ke Kas Daerah , justru mengalir masuk ke rekening kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Sulawesi Barat tahun 2006, Ir. Andi Idris Mappakaya, M.SI. Dana tersebut ditransfer berkali-kali ke rekening pribadinya sang kadis ini oleh pemegang kas Dinas Pertanian dan Peternakan. Selain melalui transfer bank, ada juga uang diterima dalam bentuk uang tunai melalui staf kepercayaannya. Uang itu untuk digunakan membayarkan pinjaman serta bayarkan harga tanah perumahan pribadinya di Jalan Nelayan Mamuju.

Kasus ini terungkap, saat tim audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan adanya UUDP pada dinas Pertanian dan Peternakan senilai Rp615.716,625 yang belum disetorkan ke Kas Daerah (Kasda).

Dari temuan tersebut, Inspektorat Daerah Provinsi Sulawesi Barat, berdasarkan Surat Perintah Wakil Gubernur, Nomor: 6194/STXI/2007, melakukan pemeriksaan lanjutan pada medio Desember 2008, dan hasil pemeriksaan ini tim menemukan adanya sejumlah uang masuk ke rekening pribadi Ir.Andi Idris Mappakaya, M.SI, Kadis Pertanian dan Peternakan saat itu.

Tim auditor Inspektorat yang pernah melakukan audit, Ishak Tonapa,SH disaat dikonfirmasi tim Menit7.com, membenarkan bahwa memang waktu itu, ia melakukan audit dan timnya menemukan ada dana ditransper masuk kerekening pribadi sejumlah Rp615.715,625.

Uang tersebut, di transfer beberapa kali oleh pemegang kas Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Barat ke rekening pribadi atas nama, Ir. Andi Idris Mappakaya, M.SI ke beberapa bank di Makassar dan Mamuju, uang itu di tranfer dengan jumlah bervariasi.
“Mereka sudah membuat pernyataan untuk mengembalikan uang tersebut, karena uang itu memang harus dikembalikan kas daerah sebagai uang sisa anggaran, dan saya dapat informasi mereka sudah kembalikan sebagian, namun tidak tahu berapa jumlahnya silahkan tanyakan ke Biro Hukum saja,” jelas Ishak.

Sementara itu, mantan Kadis Pertanian dan Peternakan Idris Mappakaya, yang berusaha dikonfirmasi melalui phonselnya, hingga berita ini dimuat belum ada jawaban, SMS pun yang kirim ke nomor phonselnya juga belum ada tanggapan.

Kadis Pertanian dan Perkebunan Sulbar, Ir.Hamzah, dikonfirmasi dikantornya membenarkan adanya kasus itu.“ Memang ada itu kasus jamannya beliau. Tapi kalau kami yang disuruh tutupi dimana mau diambilkan uang sebanyak itu,” kata Hamzah.

Data yang tercatat di Biro Hukum, sisa dana yang belum dibayarkan berdasarkan hasil pemeriksaan sebanyak Rp445.716.625, kemudian sebuah sertifikat rumah dijalan nelayan sebagai jaminan, dan nilai jaminan itu, hanya seratusan juta dari hasil taksiran tim Pemprov Sulbar.

Menurut Kabag Bantuan Hukum dan HAM Sulbar,Yustinus, SH. Kasus ini akan segera ditangani tim Mejelis Pertimbangan Tuntutan Ganti Rugi (MPTGR) untuk dilakukan persidangan pegembalian keuangan dan aset daerah. Dan bila hasil putusan MPTGR tidak ditaati yang bersangkutan, terpaksa minta bantuan kepada penegak hukum, sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri).

Sekertaris Provinsi (Sekprov) Sulawesi Barat, H.Ismail Zainuddin, yang juga sebagai Ketua MPTGR, membenarkan adanya kasus itu, dan pihaknya dalam waktu dekat segera melakukan upaya penyelesaian sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Tinggal menungggu saja pengukuhan MPTGR ini,” katanya.

Untuk mengetahui bagaimana modus yang dilakukan oknum mantan kadis tersebut tim menit7.com masih terus melakukan investigasi lebih lanjut. (tim/M7)

1,640 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan