Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Abaikan Nasib Buruh, Pemkab Matra Digugat Rp34 Miliar

Abaikan Nasib Buruh, Pemkab Matra Digugat Rp34 Miliar

PASANGKAYU,MENIT7.com – Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sejumlah buruh perkebunan sawit, berbuntut panjang. Dianggap tak peduli terhadap nasip buruh yang di PHK oleh pihak PT. Mamuang, Dinas Tenaga Kerja dan Transimigrasi  Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat, digugat di Pengadilan Negeri Pasangkayu.

Melalui kuasa hukumnya, Tjalla Rasido, SH, puluhan buruh tersebut, melakukan  gugatan  di Pengadilan Negeri (PN) Pasangkayu. Mereka menuntut ganti  rugi sebasar Rp34 miliar, terhadap  Dinas Tenaga Kerja dan Transmigra  Pemerintah Kabupaten Mamuju Utara.

Dalam memori  gugatannya, yang dibacakan langsung oleh Tjalla Rasido SH, menuding Disnakertrans  tak menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pengawas dan pembinaan terhadap buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), dimana seharusnya dilindungi sehingga tidak berdampak pada pemutusan kerja.

Pemutusan kerja yang dilakukan  PT. Mamuang,  berawal dari dikeluarkannya puluhan pekerja  dari struktur keanggotaan SPSI. karena persoalan organisasi puluhan pekerja di PT. Mamuang di PHK secara sepihak.

Tjalla Rasido, SH. Kuasa hukum buruh menuding pihak PT. Mamuang dengan sengaja membubarkan organisasi buruh dengan cara memutasi para pekerja yang tergabung dalam organisasi SPSI, sehingga puluhan buruh kehilangan pekerjaan. selain itu ia juga menuding pemerintah lalai melindungi buruh terhadap organisasinya.

“PT. Mamuang dengan sengaja membubarkan organisasi buruh dengan cara memutasi para pekerja yang tergabung dalam organisasi SPSI, sehingga puluhan buruh kehilangan pekerjaan. Sementara pemerintah lalai melindungi buruh terhadap organisasinya, tegas,” Tjalla Rasido.

Darwis Kabag Hukum Pemda Matra mengatakan, tuntutan buruh sah – sah saja sebagai warga Negara, namun gugatan yang diajukan buruh ke Pengadilan Negeri Pasangkayu ini adalah prematur dan salah alamat serta tak memiliki legal standing. #Joni/M7.

3,676 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan