Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

800.000 Akun Terpantau Gabung Jaringan Saracen

800.000 Akun Terpantau Gabung Jaringan Saracen

MENIT7-COM – Hal yang memilukan adalah mengetahui bahwa ada sekelompok anak negeri yang tega menjual keutuhan dan kedamaian bangsa hanya demi segelontor uang.

Aksi kelompok Saracen yang menyebarkan ujaran kebencian bernuasa SARA di media sosial, isu terkait kepemimpinan, isu terkait SARA, berita hoax dan isu provokatif yang bisa memancing reaksi pembacanya demi mengakomodir keingin kelompok yang berkepentingan untuk mencapai tujuannya dengan imbalan uang puluhan juta rupiah.

Dalam keterangannya, Kombes Irwan Anwar menerangkan bahwa konten SARA yang akan disebarkan oleh Saracen ini disesuaikan dengan keinginan pihak pemesan dan semua hal yang disebarkan kedalam fake account tersebut merupakan request dari kelompok pemesan dan sudah pasti memiliki kepentingan dan tujuan.

Dalam hal ini kepolisian masih terus melakukan pendalaman dan menggiatkan kegiatan patroli siber untuk mengidentifikasi dan melacak akun-akun yang melakukan kegiatan serupa dengan kelompok Saracen ini.

“Saat ini kepolisian tentunya sedang mendalami kasus ini dan semua itu perlu waktu karena dunia maya itu luas sekali ya, oleh karena itu tim juga memerlukan waktu untuk mengungkap semua hal yang berkaitan dengan kegiatan kelompok ini ,” terangnya.

Berdasarkan hasil informasi yang didapat bahwa kelompok Saracen terpantau memiliki 800.000 akun yang bergabung dengannya. Masing-masing akun digerakkan apabila mendapatkan pemesanan visi misi dan materi terkait berita hoax yang akan disebarkan dan tujuan yang ingin dicapai.

Hal itu dilakukan agar berita hoax tersebut menjadi berita yang viral, yang menjadi target utama dari kelompok Saracen adalah masyarakat dengan pendidikan menengah ke bawah dan pelajar sekolah maupun mahasiswa karena cenderung mudah terprovokasi.

Hingga saat ini kepolisian terus mengusut akun-akun yang terpantau aktif dalam penyebaran isu yang dibuat oleh kelompok Saracen ini.

Dikarenakan perbuatannya ketiga orang pelaku berinisial JAS, MFT, dan SRN ini dijerat dengan Pasal 45A ayat 2 jo Pasal 28 ayat 22 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU ITE dengan ancaman 6 tahun penjara dan/atau Pasal 45 ayat 3 jo Pasal 27 ayat 3 UU ITE dengan ancaman 4 tahun penjara. (HMP/ M7)

2,508 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

19 Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan