Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Limbah Penggilingan Padi Milik Oknum Anggota DPRD di Gorontalo Ganggu Warga Desa

Limbah Penggilingan Padi Milik Oknum Anggota DPRD di Gorontalo Ganggu Warga Desa

Gorontalo Utara, Menit7.com – Tempat Penggilingan padi di Desa Windu Kecamatan Biau Kabupaten Gorontalo Utara, Gorontalo, yang diketahui milik oknum anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Ance Robot, kini dikeluhkan warga.

Menurut warga sekitar, bahwa tempat penggilingan padi itu mengganggu kehidupan mereka. Hampir setiap hari warga yang tinggal di sekitar penggilingan berhadapan dengan debu. Dampaknya, abu sisa dari penggilingan padi tersebut berterbangan hingga masuk ke rumah-rumah warga.

Jamin, salah satu warga setempat kepada Menit7.com, menuturkan bahwa abu sisa penggilingan padi itu terbang dibawa angin dari tempat penggilingan ke pemukiman warga di sekitarnya.

Menurut Jamin, itu terjadi karena pagar/tembok pada tempat penggilingan itu tidak mampu menghalau abu hasil penggilingan padi, dikarenakan pagar/tembok tersebut telah rusak.

“Apabila so mulai ba giling, torang (kami) masyarakat Desa Windu yang ada disekitar gilingan terganggu, abu bekas penggilingan padi masuk ke rumah-rumah warga sampe (sampai) di dapur dan meja-meja makan, selalu torang (kami) harus menyapu untuk membersihkannya,” keluh Jamin.

Untuk kejadian tersebut, lanjut Jamin, warga sudah melaporkannya kepada pemilik penggilingan padi, namun sang pemilik seolah tidak menggubris permasalahan warga. Kepada Pemerintah setempat, warga berharap Bupati Gorontalo Utara mengambil sikap dengan permasalahan yang dialami mereka, karena polusi dari tempat penggilingan padi tersebut sangat berbahaya.

“Hampir semua warga mengeluh akibat abu bekas penggilingan padi ini, karena telah mencemari lingkungan warga. Masalah ini pernah torang (kami) laporkan sama Pemerintah Desa bahkan sampai ke Pemerintah Kecamatan, warga pernah menyurati keluhan ini ke Pemerintah Kecamatan, namun sampai saat ini tidak ada perhatian dari Pemerintah tersebut. Sehingganya torang (kami) berharap Bupati Gorontalo Utara cepat merespon keluhan kami ini,” harap Jamin.

Hal senada diungkapkan salah satu warga sekitar yang tidak mau disebutkan namanya, warga yang tinggal disekitar bangunan tempat penggilingan padi itu sangat resah dan kebingungan untuk mengatasi abu sekam padi yang hampir setiap hari terbang ke rumahnya.

“torang (kami) cuma minta supaya tempat gilingan padi itu harus dibangun dengan pagar (tembok) pembatas yang lebih tinggi, supaya dp abu (abunya) tidak berterbangan ke luar. Dorang (pemilik kilang) enak-enak mendapatkan keuntungan, baru torang masyarakat yang kesusahan dan menderita,” keluhnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui sambungan Handphone, pemilik tempat penggilingan padi tersebut yang juga merupakan aggota DPRD Provinsi Gorontalo dapil Gorontalo Utara, Ance Robot, membenarkan bahwa tempat penggilingan padi itu adalah miliknya.

“Itu kan masyarakat punya keluhan, gak masalah kok. Orang keluhan kok, gak masalah. Orang keluhan kok, baru keluhan saya mo beken apa juga. Kecuali gudang itu baru saya buat kemarin, gudang itu sudah puluhan tahun disana dan tidak ada komplen apa-apa sebelumnya,” ujar Ance, Kamis (26/9/2019).

“Terbentuk gudang itu kan tidak serta merta langsung terbentuk, ada proses kan, ada ijin tetangganya, kan ada semua, kan tanda tangan ada, saya juga bayar ijin. Tiba-tiba ada gangguan, masyarakat komplen, wajar juga. Emangnya mau cabut gudang saya, kalau begitu negara ini kacau semua. Baru apa, maksudnya begini, sekarang gudang saya, baru kiapa (kenapa) sih? Masalah pagar nanti aja, nanti kita lihat, saya pe gudang itu kan baru dibangun juga,” pungkas Ance. (RRK)

2,873 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan